Selasa, 24 Desember 2013

Ilustrasi madu. Shareforhealth.com

 Madu lebah ternyata tidak terbatas kegunaannya untuk obat. Selain bisa dikembangkan untuk menjaga stamina, madu juga bisa memenuhi kebutuhan menu kuliner.

Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah wilayah Pati, mengembangkannya dengan berbagai varian. Misalnya, di rumah kuliner madu Wanajava yang berada di sudut Taman Rekreasi Panti Kartini Rembang, menyuguhkan menu serba madu: ayam bakar madu, urap teri madu dan kepiting saus madu.

"Kami memadukan produk madu dengan berbagai makanan dan minuman yang jarang ditemui di tempat lain," kata, Marsudi, Asisten Manajer Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Regaloh, Perhutani Unit I Jawa Tengah Wilayah Pati, Senin 1 Oktober 2013.

Untuk kuliner ayam bakar madu, misalnya, pertama ayam dibersihkan dulu. Lalu dibuatkan bumbu terdiri bawang merah, bawang putih, cabe merah dan kemiri. Semua bumbu dihaluskan, lalu ditomis. Lalu ayam direbus bersama bumbu tersebut dengan ditambah kecap dan air secukupnya hingga matang. Setelah itu, ayam dibakar dengan diolesi madu.

Sedangkan urap teri madu, pertama teri digoreng dengan madu hingga kering. Lalu, pilihlah sayur mayor yang segar dipotong- potong dan direbus hingga matang. Buat bumbu urapnya, yakni terdiri Lombok, terasi, bawang putih, jeruk wangi dan kencur ditumbuk halus dan setelah itu siapkan parutan kelapa muda. Sayur yang sudah matang, diurap dengan bumbu dan disuguhkan dalam piring disertai teri madu.

Juga, menu kepiting saus madu, yang proses memasaknya hampir sama yakni dengan tambahan madu. Harga ayam bakar madu berkisar Rp 20 ribu/porsi, teri urap Rp 7.500/porsi dan kepiting madu Rp 30.ribu- Rp 45 ribu per porsi. "Harga ini cukup terjangkau," kata Eko Prasetyanto, kepala pemasaran. Aneka minuman yang mengusung madu, juga bisa dinikmati dengan harga relative murah, mulai Rp 5.000/porsi.

Unit Pengembangan Perlebahan itu mengolah madu untuk minuman segar, yang bahan bakunya terdiri royal jelly, madu dan air, yang yang dikemas dalam botol ukuran 190 cc dan cup 250 cc dengan kemasan berlabel Wanajava . "Kami sudah mengembangkan produksi itu sejak 2010," kata Marsudi, Asisten Manajer Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Regaloh. Pabrik di Regaloh itu, juga membuat kemasan madu botol kemasan 650 cc dan 250 cc.

Pabrik di Regaloh itu selain memiliki 400 kotak setup lebah, juga membina 300 kelompok petani lebah. Jika kondisi cuaca normal, mampu produksi sebanyak 8 ton per musim (Mei-Juli). "Ini tergantung cuaca, bunga raya bias maksimal," kata Marsudi. Tapi akibat anomaly cuaca, pada musim tahun ini, menurut Marsudi, produksi menurun drastic, yakni hanya 9 kuintal madu.

Setelah melalui proses produksi,hasil produk minuman segar madu maupun madunya sendiri setelah dalam kemasan, mereka pasarkan ke jaringan bisnisnya, di antaranya koperasi milik Perhutani, pemerintah daerah, apotik dan tokok- tokok. "Kami sedang merintiske jaringan supermarket," kata Marsudi. Madu yang diproduksi, meliputi madu randu, kelengkeng dan karet.

sumber : http://www.tempo.co
Empal Gentong khas Cirebon, Jawa Barat. Masakan ini mirip dengan soto. Isiannya adalah jeroan dan daging sapi dengan kuah santan. Nama empal menunjukkan bahan utamanya memang daging sapi dan Gentong karena proses memasaknya memakai kuali. TEMPO/Subekti

Kurang lengkap rasanya jika singgah ke Kota Pekalongan hanya memburu batik saja tanpa sempat menjajal kulinernya. Sayangnya, dari puluhan warung dalam stan wisata kuliner di Pekalongan Batik Week International (PBWI) 2013, tidak satu pun yang menawarkan menu khas Kota Santri itu.

Setelah menyisir kawasan budaya Jetayu, pusat diselenggarakannya PBWI, Tempo hanya menemukan satu warung makan yang menawarkan menu tradisional Pekalongn. Warung sederhana di depan Kantor Pos Kota Pekalongan, jauh dari stan wisata kuliner PBWI, itu menawarkan menu pindang tetel.

Meski hanya menggelar tikar di trotoar dan mengandalkan pohon peneduh tanpa mendirikan tenda, warung pindang tetel itu tampak dipadati pembeli. Dari pelat nomor sepeda motor dan mobil yang diparkir di depan warung itu, kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Bogor, Cirebon, Semarang, hingga Yogyakarta.

“Pembeli terus mengalir. Dari pagi sampai sekarang belum sempat istirahat,” kata pemilik warung, Sarmini, saat ditemui Tempo, Kamis siang, 3 Oktober 2013. Di sela kesibukannya melayani pesanan, perempuan 47 tahun itu mengatakan, pindang tetel adalah masakan khas yang hanya ditemui di Pekalongan.

Meski namanya pindang tetel, masakan mirip rawon itu dibuat dari tetelan daging sapi, bukan ikan pindang. Daging tetelan itu khusus dari iga sapi. “Sekilas mirip rawon. Tapi rasanya jauh lebih gurih karena bumbu kluwak (kepayang),” ujar Harmini. Kluwak juga menjadikan kuah pindang tetel tampak lebih gelap.

Selain kluwak, bumbu pindang tetel juga terdiri dari ketumbar, merica, garam, terasi, kecap, cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Untuk menghilangkan bau amis daging, bumbu tersebut dihaluskan bersama lengkuas, salam, dan sereh. Dibandingkan rawon, kuah pindang tetel juga lebih berlemak.

Satu porsi pindang tetel harganya Rp 5.000. Jika ditambah potongan lontong, pembeli cukup merogoh kocek Rp 6.000. Pada hari biasa, Harmini hanya mengolah dua kilogram daging tetelan. Karena sejak Rabu hingga Sabtu ada acara PBWI, ia menambah dagangannya sebanyak dua kali lipat.

Alhamdulillah, ini sudah hampir habis,” ujar Harmini, yang membuka warung sejak 1985. Salah satu pembeli pindang tetel, Taufiq, 42 tahun, mengatakan stan wisata kuliner PBWI kurang gereget karena didominasi menu umum. “Makanya, saya berburu sendiri dan baru menemukan masakan khas di sini,” kata warga Kota Bandung, yang ke Pekalongan untuk menyaksikan PBWI.

sumber :  http://www.tempo.co

Sabtu, 21 Desember 2013

Kuliner Khas Bogor, Jajanan Khas Bogor
Memasuki wilayah Tionghoa dan Arab yang terdapat di Kota Bogor tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khas Bogor disana. Sebelum masuk dan menjelajahi kawasan Tionghoa disana, mampir sebentar di Jalan Ranggagading anda akan menikmati beragam jajanan khas Bogor.
Jajanan khas Bogor seperti comro dengan rasa pedas, misro yang manis, dan cireng yang gurih dan lezat. Harga yang ditawarkan terjangkau sepotong sekitar Rp 1.000 hingga Rp 2.000. Gorengannya seperti tempe tepung, tahu isi, bakwan, kroket, timus, dan ubi. Beragam penjual kue gemblong, rangi, ape, cubit, papais atau nagasari, dan putu.
Kuliner Khas Bogor, Jajanan Khas Bogor
Setelah menu beragam jajanan. Ada juga kuliner khas Bogor seperti soto mi, ketupat sayur, bubur ayam, dan bubur sumsum. Untuk makan siang atau sarapan, anda dapat menikmati makanan khas Tionghoa, seperti bacang beras seharga Rp 10.000, ngohiang seharga Rp 30.000, asinan seharga Rp 20.000, atau kue moci di wilayah Jalan Suryakencana.
Seharian berlibur dan menjelajahi daerah disana, anda dapat beristirahat sambil mencoba kuliner di Resto Kencana. Disana terdapat semangkuk lo mi dan dan segelas es pala dengan harga terjangkau. Mi yang dibuat sendiri ini sangat kenyal dan lezat. Kuah dengan sayur hijau itu kental, gurih, dan sedap.
Kuliner Khas Bogor, Jajanan Khas Bogor
Di restoran ini terdapat pemandangan unik yakni dinding yang penuh dengan foto Bogor tempo dulu dengan menu pilihan lainnya seperti bihun, kwetiau, sayur, ayam, sapi, udang, cumi, babi, dan kodok. Ada juga menu tradisional seperti taoge goreng, laksa, atau soto kuning yang ada di sekitar wilayah tersebut.
Untuk anda penikmat kuliner Arab. Ada menu seperti kue kamir dan ka’at seharga Rp 10.000 dan tambahan beberapa buah kurma dengan segelas susu kambing atau susu Kuliner Khas Bogor, Jajanan Khas Bogor
kedelai. Untuk makan siang, cicipi menu di Rumah Makan Sate Pak Rebing di Empang. 10 tusuk sate kambing, semangkuk gulai kambing, seporsi nasi putih ditambah emping melinjo.
Dengan sajian rasa yang khas menjadikan menu yang masuk dalam kuliner khas Bogor ini sangat nikmat. Daging kambingnya empuk, lembut dan gurih. Saus kecap dengan potongan cabai rawit, bawang merah, dan tomat semakin melengkapi rasa sate kambing ditambah dengan pemburuan jajanan khas Bogor yang tidak kalah lezatnya.

sumber :  http://www.poenta.net/
kuliner khas Betawi

Bertualang di hutan Sangga Buana memang sangat menarik. Apalagi saat ini sudah cukup lengkap fasilitas disana. Apalagi jika bicara mengenai makanan. Daerah kawasan Karang Tengah disana memang kental dengan kebudayaan. Daerah di Jakarta Selatan yang menjadi tempat Sangga Buana terletak hingga ke Cinere, Depok. Tidak hanya keindahan alam, namun juga kuliner khas Betawi yang beragam.
Di daerah Jalan Karang Tengah Raya terdapat rumah makan yang menyuguhkan kuliner khas Betawi. Salah satunya yakni Dapur Betawi. Rumah makan ini terkenal karena menu yang khas seperti gabus pucung, pecak gurame, sayur besan, dan sayur asem betawi.
Tempat makan ini mempunyai dua tempat, di Karang Tengah dan di Jalan Cabe V. Akan tersedia menu seperti Gabus pucung mirip rawon. Dengan kepala, tubuh, dan ekor ikan gabus yang disediakan dengan kuah hitam. Ditampah dengan irisan daun bawang segar, menambah aroma yang nikmat. Ditambah kuah kental yang gurih.
Salah satu hidangan yang paling nikmat yakni pecak gurame. Masakan yang satu ini disajikan yakni gurame goreng kering dengan kuah merah jingga. Rasa pedas yang menyatu dengan siung akar kunci menjadikannya segar. Perpaduan rasa pedas dan asam, juga gurihnya gurame yang digoreng ditambah seporsi nasi.
kuliner khas Betawi
Sayur besan semakin melengkapi masakan ini. Kuah menu ini hampir sama dengan lontong sayur, namun bedanya tidak disajikan dengan lontong ataupun ketupat. Isi sayur ini yakni terubuk, kentang, soun, petai, dan ebi.
Terubuk atau telur tebu merupakan satu keluarga dengan tebu. Disebut sayur besan karena kuliner khas Betawi ini akan dihidangkan saat ada acara resmi seperti kawinan menjamu keluarga mantu. Jadi karena menu ini untuk acara istimewa, rasa dan pengolahannya harus selalu dijaga.

sumber :  http://www.poenta.net/
Rujak Cingur, Jajanan Khas Surabaya, Kuliner Khas Surabaya

Rujak cingur merupakan jajanan khas Surabaya yang segar dan enak. Dengan rasa yang pas dengan bumbu racikan yang cocok menjadi hal penting dalam kuliner khas Surabaya ini. Salah satu tempat makan yang menyajikan penganan ini yakni warung rujak Embong Sawo.
Warung rujak Embong Sawo ini merupakan tempat makan favorit jika ingin mencicipi Rujak Cingur yang segar dan nikmat. Banyak pengunjung dari berbagai kalangan dan tempat kesana hanya ingin menikmati kelezatan bumbu jajanan khas Surabaya.
Walau berganti lokasi, para pengunjung tetap setia ke warung makan yang menyediakan beragam penganan dan kuliner khas Surabaya ini. Nani, pemilik warung rujak ini mengaku sudah lama menjual makanan ini dan tetap mempertahankan kenikmatan bumbunya.
Ciri  khas bumbu rujak ini sudah dipertahankan sejak turun temurun. Dan sejak tahun 1996, Nani membuka warung untuk menjual penganan khas ini. Untuk bahan dasarnya bagian hidung dan mulut sapi ini akan direbus hingga empuk dan digoreng dan pembeli dapat memesan sesuai keinginannya.
Untuk jenis yang siap makan, rujak ini terdiri dari sayuran rebus, tahu dan tempe yang digoreng, mi kuning, cingur goreng, dan krai rebus. Untuk yang campur akan ditambah dengan campuran buah-buahan seperti irisan nanas, bengkuang, mentimun, kedondong, belimbing, dan pencit atau mangga muda.
Ada juga sambal petis, kacang goreng yang dihaluskan dengan parutan pisang klutuk, bawang putih goreng dan garam serta asam matang. Kemudian disatukan dengan petis dan sedikit air. Ada juga jenis lain seperti rujak manis dan rujak tolet.
Sebagai hidangan penutup, disana tersedia beragam minuman seperti es kolak, es jeruk, es degan, dan es teh. Untuk harga seporsi rujak cingur, manis, atau tolet sekitar Rp 17.000.  Jajanan khas Surabaya ini juga biasa dinikmati dengan lontong sebagai pengganti nasi. Setiap harinya kuliner khas Surabaya dapat menghabiskan lima kilo cigur.

sumber :  http://www.poenta.net/
Kuliner Khas Cirebon, Empal Gentong

Cirebon merupakan kota udang. Namun ternyata kuliner khas Cirebon tidak selalu harus berbahan baku dengan udang. Banyak kuliner yang terkenal dari kota ini dengan bahan utama dari daging. Salah satunya adalah empal gentong.
Siapa yang tidak mengenal kenikmatan empal gentong. Menu ini bahkan menjadi salah satu kuliner khas Cirebon yang banyak difavoritkan para pengunjung yang datang ke kota para wali ini. Di kota ini banyak terlihat warung empal. Kota yang menjadi perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah ini akan menjual menu ini dari yang sederhana hingga restoran.
Salah satu tempat yang paling terkenal lokasi tempat makannya ada di Jalan Raya Jamblang. Makanan ini dapat anda nikmati di rumah makan Empal Haji Hasan. Di rumah makan yang dimiliki oleh Sukirno ini merupakan rumah makan turun temurun.
Sukirno memaparkan menu ini disajikan dengan bahan pilihan daging sapi dan kambing. Nama menu ini berasal dari nama tempat untuk merebus daging yakni gentong yang terbuat dari tanah liat. Sajian menu ini merupakan kuliner dari daging sapi atau kambing yang disatukan dengan kuah.
Menu ini juga menjadi sajian menu yang banyak disajikan di sepanjang jalur pantai utara dari Indramayu ke Cirebon. Mengenai rasa, daging akan dipotong kecil-kecil, ditambah dengan kunyit. Hal ini dilakukan agar bau daging ditutupi dengan aroma kunyit. Dan benar saja, saat menikmati sajian nikmat dan gurih ini, tidak tercium sama sekali bau amis dari daging walaupun berasal dari daging kambing.
Warung makan ini selalu ramai, saat jam makan siang hingga larut malam. Khususnya jika akan menjelang bulan Ramadhan dan lebaran, warungnya akan banyak didatangi para pemudik atau juga wisatawan di Kota Cirebon untuk menikmati kuliner khas Cirebon ini, Empal Gentong.

sumber :  http://www.poenta.net
Kuliner Khas Kota Pare, Nasi Tahu

 Kota Pare terletak di 120 km dari Kota Surabaya. Banyak yang tidak begitu mengenal kota kecil ini. Walau hanya kota kecil, Pare memiliki tempat wisata indah dan yang terutama adalah kuliner khas kota Pare yang terkenal yakni nasi tahu.
Salah satu tempat yang terkenal menyajikan makanan kuliner khas kota Pare ini adalah nasi tahu Mbak Ni. Tempat makan ini sudah ada sejak lama, buka mulai pagi hari. Walau bukan tempat makan besar seperti di restoran atau depot, warung yang ada di Jl. Lawu depan, Pare Kediri sangat banyak pengunjung.
Banyak pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk menikmati cita rasa khas menu unik ini. Penjual sekaligus pemili tempat makan ini biasanya menerima pesanan dari jumlah yang banyak. Warung ini kini di buka mulai buka jam 07.30 dan yang mengolah nasi tahu adalah anak Mbak Ni sendiri.
Menu yang disajikan ini memakai bahan utama dan alami yakni tahu. Selain menu ini terdapat sajian seperti lontong tahu, tahu telor, tahu bumbu. Bumbu yang disajikan dalam tiap menunya sama yaitu adalah hasil olahan kacang, kecap dan beberapa bumbu lain.
Dan yang paling menambah kelezatannya yakni setiap menu yang disajikan selalu ditambah dengan telur. Para pengunjung dapat memilih mau disajikan dengan telor mata sapi atau telur asin. Untuk pilihan tahunya juga dapat dipilih setengah matang atau tidak.
Dan kemudian setelah dipili akan dicampur dengan bumbunya yang masih hangat menambah kenikmatan kuliner khas kota Pare ini. Banyak yang memesan nasi tahu ini dengan telur asin atau tambahan tahu bumbu dengan nasi atau lontong.

sumber :  http://www.poenta.net/