Madu lebah ternyata tidak terbatas kegunaannya untuk obat. Selain bisa
dikembangkan untuk menjaga stamina, madu juga bisa memenuhi kebutuhan
menu kuliner.
Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Perum
Perhutani Unit I Jawa Tengah wilayah Pati, mengembangkannya dengan
berbagai varian. Misalnya, di rumah kuliner madu Wanajava yang berada di
sudut Taman Rekreasi Panti Kartini Rembang, menyuguhkan menu serba
madu: ayam bakar madu, urap teri madu dan kepiting saus madu.
"Kami
memadukan produk madu dengan berbagai makanan dan minuman yang jarang
ditemui di tempat lain," kata, Marsudi, Asisten Manajer Unit Pelaksana
Pengembangan Perlebahan Regaloh, Perhutani Unit I Jawa Tengah Wilayah
Pati, Senin 1 Oktober 2013.
Untuk kuliner ayam bakar madu,
misalnya, pertama ayam dibersihkan dulu. Lalu dibuatkan bumbu terdiri
bawang merah, bawang putih, cabe merah dan kemiri. Semua bumbu
dihaluskan, lalu ditomis. Lalu ayam direbus bersama bumbu tersebut
dengan ditambah kecap dan air secukupnya hingga matang. Setelah itu,
ayam dibakar dengan diolesi madu.
Sedangkan urap teri madu,
pertama teri digoreng dengan madu hingga kering. Lalu, pilihlah sayur
mayor yang segar dipotong- potong dan direbus hingga matang. Buat bumbu
urapnya, yakni terdiri Lombok, terasi, bawang putih, jeruk wangi dan
kencur ditumbuk halus dan setelah itu siapkan parutan kelapa muda. Sayur
yang sudah matang, diurap dengan bumbu dan disuguhkan dalam piring
disertai teri madu.
Juga, menu kepiting saus madu, yang proses
memasaknya hampir sama yakni dengan tambahan madu. Harga ayam bakar madu
berkisar Rp 20 ribu/porsi, teri urap Rp 7.500/porsi dan kepiting madu
Rp 30.ribu- Rp 45 ribu per porsi. "Harga ini cukup terjangkau," kata Eko
Prasetyanto, kepala pemasaran. Aneka minuman yang mengusung madu, juga
bisa dinikmati dengan harga relative murah, mulai Rp 5.000/porsi.
Unit
Pengembangan Perlebahan itu mengolah madu untuk minuman segar, yang
bahan bakunya terdiri royal jelly, madu dan air, yang yang dikemas dalam
botol ukuran 190 cc dan cup 250 cc dengan kemasan berlabel Wanajava .
"Kami sudah mengembangkan produksi itu sejak 2010," kata Marsudi,
Asisten Manajer Unit Pelaksana Pengembangan Perlebahan Regaloh. Pabrik
di Regaloh itu, juga membuat kemasan madu botol kemasan 650 cc dan 250
cc.
Pabrik di Regaloh itu selain memiliki 400 kotak setup lebah,
juga membina 300 kelompok petani lebah. Jika kondisi cuaca normal, mampu
produksi sebanyak 8 ton per musim (Mei-Juli). "Ini tergantung cuaca,
bunga raya bias maksimal," kata Marsudi. Tapi akibat anomaly cuaca, pada
musim tahun ini, menurut Marsudi, produksi menurun drastic, yakni hanya
9 kuintal madu.
Setelah melalui proses produksi,hasil produk
minuman segar madu maupun madunya sendiri setelah dalam kemasan, mereka
pasarkan ke jaringan bisnisnya, di antaranya koperasi milik Perhutani,
pemerintah daerah, apotik dan tokok- tokok. "Kami sedang merintiske
jaringan supermarket," kata Marsudi. Madu yang diproduksi, meliputi madu
randu, kelengkeng dan karet.
sumber : http://www.tempo.co